Bermimpi dan Tuhan

dream_webSahabat, berniat baiklah dalam memimpikan impian dan bertekadlah secara kuat, tekun serta ulet. Maka saksikanlah bahwa ketika kita menyadari akan hadirnya penghalang/penghadang menuju mimpi, tirai-tirai penghalang itu akan segera diangkat oleh tangan-tangan Tuhan yang bekerja dengan sistematis di bumi manusia. Tanamkanlah keyakinan dalam hati-hati lembut nan tegar bahwa Sesungguhnya Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri, selama semangat Perjuangan kebaikan dijalan Tuhan itu tak pernah padam pula.

Bersihkan hati dan niat yang mungkin telah ternodai dengan indahnya niat-niat yang keji, penuh kesombongan, dan hal-hal kerdil keduniAan itu. Niscaya kita akan mampu melihat dengan lebih jernih dan mudah bahwa tangan Tuhan setiap saat bekerja membantu disaat kita membutuhkanNya untuk mewujudkan impian baik, ikhlas dan rahmat bagi segenap makhluk Tuhan lainnya.

Janganlah resah dan khawatir dengan cobaan, tikaman dan batu-betu kerikil tajam selama perjalanan menuju mimpi indah dan baik itu. Bukankah kita telah menyaksikan bagaimana Allah menurunkan ketenangan hati pada Muhammad SAW dan Abu Bakar ketika mereka diincar oleh musuh Tuhannya? Bukankah Allah juga telah menjanjikan pada kita bahwa ia lebih dekat dari urat nadi diri kita sendiri? Apakah kita tidak menyaksikan bahwa Tuhan mengangkat kemulian orang-orang yang telah bersusah payah mencari ilmu dijalannya? Juga, bukankah Tuhan telah mengirimkan bala tentara malaikat utuk membantu Muhammad ketika Perang Badar? Have a little faith to Him, maka kita akan merasakan ketenangan dan kehebatan luar biasa yang akan hadir dari hati kecil yang kan mengalir keseluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah dan bertransformasi dalam bentuk energy-energi positif yang membuat kita lebih peka dan tajam dalam melihat-melihat peluang-peluang dimudahkannya urusannmu dan bahwa seluruh Alam sedang bersekutu mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Percayalah, bahwa Manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Tuhan. Interaksi tak terbatas antara setiap gen dan DNA dalam tubuh kita seharusnya bisa mengingatkan kita bahwa tidak ada “mission impossible” dan menjadikan kita “limitless”. Mulailah bermimpi seperti para “Laskar Pelangi”, berfikirlah secara sistematis seperti “Sherlock Holmes”,  terus berjuanglah seperti “Real Steel” dan tak pernah putus asa bagaikan “Cast Away”.

Selamat Bermimpi dan Berjuang demi kebaikan..

Leave a comment

Filed under Curahan Pikiran

KABUPATEN SIAK, RIAU YANG MODERN DENGAN TRADISI

Image

Sensasi negeri melayu langsung terasa setelah keluar dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Karena aksen-aksen yang diucapkan cukup kental dengan aksen dan kosakata khas melayu. Sebenarnya saya tidak berada di luar negeri, tapi di Pekanbaru, Riau. Kedatangan saya ke propinsi Riau ini dalam rangka seminar internasional bertema “Diaspora Dunia Melayu”. Program yang berlangsung selama dua hari ini ternyata dilaksanakan di salah satu kabupaten yang cukup muda umurnya yaitu Kabupaten Siak. Untuk mencapai Siak, saya dan rombongan seminar lainnya harus menaiki perahu cepat selama lebih kurang dua jam. Walaupun jauh, ternyata semua kelelahan itu terbayarkan dengan persembahan yang dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Kabupaten ini termasuk salah satu kabupaten yang cukup muda namun pembangunannya sangat progressif.  Dalam kurun waktu 15 tahun, PemKab telah berhasil mengubah jalan-jalan tanah berlumpur dan berdebu menjadi jalan-jalan aspal yang lebar, kota yang teratur, bangunan-bangunan tertata rapi nan eksotik. Namun hal yang menarik dari Siak ini tidak hanya pembangunannya, tapi juga pelestarian kebudayaan Melayu dan adat lokal yang terasa kental. Ketika rombongan kami sampai di Pelabuhan Siak, kami langsung disambut oleh pemuda berpakaian khas melayu ‘Teluk Belanga’ lengkap dengan songket dipinggang dan kopiah. Awalnya saya menganggap pakaian itu hanya untuk menyambut tamu saja, ternyata tidak demikian. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan di kabupaten ini, pegawai pemerintahan harus menggunakan pakaian tradisional melayu setiap hari Jumat dan juga pada acara-acara penting lainnya. Pakaian ini juga dipakai oleh pelajar SMU dan SMP didaerah itu, bahkan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupatinya juga menggunakan pakaian ini. Sebagai orang Aceh, pemandangan ini sungguh menarik, indah dan menyegarkan mata. Karena ternyata modernitas tidak serta merta menggilas tradisi lokal di daerah ini.

Modern bukan berarti tidak bertradisi. Pemerintah Kabupaten Siak menyadari hal ini, bahwa menjaga tradisi adalah kekayaan. Sehingga momen hari Asyura minggu yang lalu benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak. Pencanangan acara memasak 1000 Bubur Asyura berhasil meraih gelar Museum Rekor Indonesia (MURI). Ajang ini selain untuk menaikkan pamor kabupaten juga menjadi momen melestarikan budaya setempat dan meningkatkan budaya kebersamaan. Program masak 1000 bubur Asyura ini termasuk katagori program non-budgeter, karena 1130 pemasak berasal dari masyarakat setempat yang sukarela menyediakan alat dan memasak bubur untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat lainnya. Demi menjaga tradisi lokal, semua golongan masyarakat ikut serta tanpa peduli agama yang mereka anut. Terbukti dengan salah satu pemasak bubur Asyura ini adalah seorang non-muslim dan ia dengan senang hati melakukannya. Baginya ini adalah tradisi lokal dan tidak mesti ada sangkut pautnya dengan keagamaan. “Apakah di Aceh ada juga bubur ini?”  saya bertanya ke salah seorang Anthropolog Aceh, “Ya, di Aceh juga ada, namanya Bubur Hasan Husen, tapi sayangnya sekarang hanya didaerah kampung tertentu saja”, begitu jawabnya.

Secara geografis, Kabupaten Siak ini dibelah oleh sungai Siak yang luas dan dalam. Sungai ini merupakan salah satu jalur sibuk bagi kapal-kapal besar bermuatan kayu untuk pabrik kertas di kabupaten Siak. Potensi alam ini ternyata benar-benar dimanfaatkan. Tidak hanya untuk kepentingan industri, tapi juga pariwisata. Salah satu ‘Landmark’ Siak adalah jembatan gantung siak. Jembatan yang lebar dan kokoh ini makin menambah keelokan Siak. Lampu-lampu hias yang ada disekeliling jembatan dan pinggir sungai ini menjadi asesoris kota bagi mereka yang ingin menikmati kuliner malam dipinggir sungai. “Sensasinya tak kalah dengan jembatan San Fransisco” begitu ucap salah satu pegawai pemerintahan Siak. Ya, memang indah pemandangan malam hari disekitar jembatan ini sembari menikmati kulinernya.

Selain alam, Istana Kerajaan Islam Siak adalah daya tarik yang tak kalah eloknya. Bangunan berwarna kream yang dibangun pada abad ke 19 masih terjaga interior klasik dalamnya. Hanya bagian luar bangunan saja yang sedikit berubah dari aslinya. Akan tetapi, renovasi ini tidak menghilangkan kesan kemegahan Istana yang pernah dipimpin oleh keturunan dari Bani Hasyim (Keluarga Rasulullah). Mulai dari koleksi surat-surat lama, patung dan potret raja dan ratu yang pernah memimpin, kursi sultan, tabuh pelantikan Sultan sampai letak meja dan alat makan masih teratur apik dan menarik. Karena dibangun pada abad ke 19, tentunya pengaruh dan sentuhan gaya Eropa cukup terasa ketika kita berada di dalam ruangan klasik ini. Dari sekian fakta-fakta yang saya temukan, ada sebuah fakta sejarah menarik tentang Sultan Kerajaan Siak ini. Salah satu Sultan Kerajaan Siak, yaitu Sultan Assjaidis Sjarif Kasim II Abdul Djalil Saifuddin atau bergelar Tengku Putera Sayed Kasim pernah berada di Aceh pada Perang Kemerdekaan. Ini menunjukkan bahwa terdapat relasi antara Aceh-Siak pada masa lalu. 

Leave a comment

Filed under Curahan Pikiran

TAMPARAN TAJAM!

ImageSiang menjelang sore tadi tiba-tiba saya mendapatkan sebuah kegembiraan kecil namun dalam sekali dari seorang teman (seorang lelaki). Jujur saya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, bahkan dengan kecenderungan saya yang tidak terlalu berani atau suka memulai pembicaraan kecuali jika ada keperluan penting atau dengan orang-orang yang dekat saja, kejadian ini semakin membuat saya merasa bersalah dan malu hati serta diri.

Ya, tiba-tiba saja dia menemui saya setelah melaksanakan shalat ashar dan mengatakan ” hey bay, actually i wanna give you something…”, “really…? what’s that?” balasku dengan rasa penasaran yang sangat besar. Ia pun langsung mengeluarkan sebuah hadiah boneka berbentuk ‘smile’ dan memberikannya untuk ku. Serta merta aku kaget, namun langsung kututupi dengan ekpresi ‘that’s so sweet of you, thank you very much’ ucapku sambil tersenyum. Mungkin menyadari respon yang agak canggung dariku ia langsung menjelaskan bahwa, ” aku sengaja memberikan hadiah ini untukmu karena beberapa waktu yang lalu kamu pernah menceritakan keadaan hubunganmu dengan orang tuamu, aku sangat mengerti perasaan itu, makanya aku memberikan hadiah ini agar kamu selalu tersenyum” ungkapnya. BAM!!! rasanya sebuah truk jatuh dari kayangan menimpaku rata!

Tuhan, sungguh rasa bersalah dalam hatiku langsung berkecamuk tanpa henti bagai belati yang menyelinap tajam ke dalam kulit tanpa rasa sakit tapi terasa pilu sekali. Bukan karena sakit hati, tapi karena aku sadar bahwa selama ini aku jarang sekali menghiraukan dia bahkan hanya menganggapnya sebagai kenalan biasa saja. Tapi hari ini ia menunjukkan bahwa hatinya lebih luas rasa acuhku, jiwanya lebih meneduhkan dari keegoan ku, dan perhatiannya tanpa memandang strata dan latar belakang. Ya, kenyataan inilah yang benar-benar menghajarku tajam dan lebam. Dengan hati yang sangat tersentuh bahkan mata yang berkaca dengan kebaikannya aku langsung mengucapkan terima kasih atas segala perhatiannya.

Kawan…

Betapa banyak orang-orang diluar sana yang mungkin sering kita abaikan kehadirannya dalam kehidupan kita, bahkan tidak kita anggap ada. Hanya karena kita merasa ia tidak penting dan merasa “aku sudah banyak memiliki kawan” atau tidak se’level’ dengan kita. Tapi hari ini, aku ditampar dengan kenyataan bahwa kebaikan kecil bagi siapapun walaupun kita tidak terlalu mengenalnya, kadang bermakna sangat besar, luas dan dalam bagi jiwa-jiwa kita yang sudah terlalu kering dengan semakin gersangnya kekerabatan dan membanjirkan hati-hati dengan kepentingan pribadi.

Bagiku, ia adalah guru kehidupan terbesarku hari ini. Ia mengajarkan bahwa kebaikan sejati dan ikhlas tidak pernah menuntut syarat dan alasan, tidak menuntut kenal atau sayang, tidak pernah menanyakan lama tidaknya persahabatan yang pernah terjalin. Kebaikan sederhanya hanya menuntut hati yang terbuka luas, kerendahaan hati yang dalam, dan kepekaan yang tajam. Sungguh kemulian manusia tidak terhitung dari apa yang dimiliki atau latar belakang hidupnya, tapi kemulian ada pada orang-orang yang melakukan hal baik sebanyak-banyak walaupun dari hal sekecil-kecilnya.

Terima kasih atas pelajaran hari ini…

 

1 Comment

Filed under Curahan Hati

MEMAAFKAN DIRI

Image

To believe is to understand… to understand that our reason is sometimes unable to understand (Tariq Ramadhan),
Betapa kita begitu egois terhadap diri sendiri sehingga menganggap bahwa fitrah manusia harus mengerti semuanya. Tidak kawan, jangan letakkan beban yang berat itu dipundakmu, ringankan, lemaskan otot-otot egois dan rendahkanlah hati yang menuntut kesempurnaan. Berikan sedikit ruang keleluasaan bagi kesederhanaan jiwa, kelemahan raga, keterbatasan indra.

Pahamilah bahwa manusia yang baik, dewasa, sukses dan segala bentuk kesempurnaan lainnya tidak bermakna memahami dan mengerti segala hal yang ada. Tapi ia bermakna pemahaman dan penerimaan diri sebagai manusia dhaif, naif, dan lemah.

Adalah sebuah kewajaran ketika kegagalan menghampiri kita, bukankah ia juga memiliki hak bagi raga dan jiwamu. Kehadiran kegagalan dalam kehidupan kita mengartikan bahwa kita masih mampu melakukan, mengangkat, dan menantang diri ke level yang lebih susah dan sulit. Jangan mengartikan gagal sebagai kata untuk mengutuk, menghakimi atau merendahkan diri. Jikapun ada air mata yang mengorbankan dirinya diwajah karena kegagalan. Sesungguhnya ia adalah penawar paling mujarab bagi hatim kita yang sewajarnya kecewa. Biarkan ia mengalir deras jika perlu, sampai luka hati benar-benar sembuh dan kecewa benar-benar reda.

Tapi jangan terlalu lama dan jangan sia-siakan pengorbanan air mata itu. Ia melakukannya agar kamu segera bangkit dari keterpurukan. Belajarlah memaafkan diri kemudian bangun, usap air mata dan perbaiki setiap raga dan jiwa yang pernah tersayat, terpotong, dan tergilas. Lalu kembalilah berlayar di lautan dunia.

Percayalah, sekarang jiwa kita telah lebih kuat, dewasa, berani dan tangguh menghadapi setiap dera kata-kata buruk, menyakitkan dan tamparan-tamparan lainnya.

Pahamilah wahai jiwa-jiwa yang terluka, lemah dan terbatas bahwa kesempurnaan hadir bukan dari kekuatan yang kuat yang tidak pernah kalah, berhasil yang tidak pernah gagal. Tapi sempurna secara sederhana datang dari penerimaan diri bahwa kita lemah, kalah dan gagal. Kemudian bangkit, memperbaiki dan menjadi lebih baik kuat dibandinkan kelemahan sebelumnya, menang dari kekalahan dan berhasil setelah gagal. Jika belum juga, teruslah berusaha! karena suatu saat jatah kegagalan setiap manusia juga memiliki keterbatasan seperti kita. Begitulah sunnatullah…

1 Comment

Filed under Curahan Pikiran

Catatan (tentang) Perasaan

sudah lama saya mencoba mengabsenkan diri dari topik dengan kata kunci “perasaan”. Selain tidak ada inspirasi juga karena seperti menghindarkan diri dari topik itu pada saat ini adalah sebuah kebijaksaan bagi pribadi saya. Tapi entah kenapa dalam minggu ini lingkaran persahabatan dan linkungan saya membuat saya mulai melihat fenomena-fenomena yang men’triger’ kembali kreatifitas otak yang tidak seberapa mana ini untuk menulis beberapa catatan dengan tema “perasaan”.

 

Apakah cinta itu membutakan hati dan pikiran insan-insan yang sedang dilanda virus itu?

sungguh sebenarnya, sifat sejati sebuah cinta bukanlah membutakan, mengecilkan, menghalangi, menyakiti dan mengikat dgn dengan simpul mati ataupun membatasi. Tapi hakikatnya adalah mencerahkan mata hati, memberikan kebebasan, menerima, memberikan kebahagiaan sempurna dan memnumbuhkan serta membesarkan jiwa-jiwa setiap pemilik cinta, menembus tembok-tembok penghalang dan pengkonversi sebuah harapan dan impian menjadi kenyataan. Ini adalah sifat dasar sebuah cinta. Lalu mengapa sepertinya banyak manusia ketika ia sedang dilanda kasmaran/cinta kepada sebuah/seorang makhluk malah sepertinya menutup potensi-potensi sifat dasar cinta itu? Sungguh perlu kita ketahui bahwa dalam diri manusia terdapat sebuah zat yang sangat lihai dan hampir selalu ia menyerupai atau mengatas namakan dirinya atas nama cinta, tapi sahabat percayalah ia bukanlah sebenarnya cinta tapi nafsu. Dialah yang bertanggung jawab terhadap semua perasaan buta, penghalang, penyakit, pengikat simpul mati dan pembatas serta pembunuh berdarah dingin paling di lihai sepanjang sejarah manusia. Antara cinta dan nafsu dalam jasa manusia bagaikan sebuah koin dengan dua mata sisi yang berbeda tapi mereka hakikatnya adalah satu.

 

Cobalah perhatikan ketika kita baru awal-awal merasakan sensasi perasaan menyukai seseorang. Rasanya tidak ada keinginan yang mutlak untuk memilikinya, tapi yang ingin kita lakukan adalah membahagiakannya, memberikan sebuah makna dalam kehidupannya, atau menolongnya secara ikhlas tanpa sebuah “bayaran”. Mungkin inilah yang bisa didefinisikan sebagai cinta. Lalu setelah sekian lama terus menyimpan perasan itu, barulah kemudian muncul perasaan-perasaan untuk memiliki, rasa tidak ingin kehilangan, tidak bisa hidup tanpanya, insomnia (buatan), bangun pagi kalau enggak denger suara atau info apapun mengenainya rasanya rasa daging megang pun enggak enak lagi. Inilah fase-fase bahwa nafsu sudah menyelimuti dan mendominasi perasaan cinta. Parahnya, jika penyakit ini tidak segera ditangani oleh “dokter” yang tepat makanya ia bak kanker yang akan menggerogoti seluruh tubuh pesakitan. 

 

Lalu apakah fase ini salah dan buruk? Jawabannya adalah tidak, fase ini adalah sebuah fase kewajaran yang hampir semua manusia melaluinya. Namun ada yang selamat dengan sejahtera, ada pula yang gagal bersimbah air mata bahkan darah di pergelangan tangan, retak tulang dibagian leher atau pun tubuhnya penuh dengan cairan “anti nyamuk”. Sejatinya untuk memenangkan fase ini, maka setiap hati kita harus diisi dengan ilmu-ilmu Pencipta dan Pemilik Cinta (Ma’rifatullah) bahwa cinta yang baik dan bermanfaat serta membawa kebahagiaan hanyalah cinta yang menyandarkan dan menyerahkan diri pada pemilikNya dan hati kita harus mendapatkan pengalaman dan suri tauladan yang baik tentang cinta dari  sang ahli cinta di dunia, Ibu. Dialah Guru Cinta pertama kita, tak pernah lekang dari hatinya perasaan cinta kepada kita, walau badai Menghadang, jarak memisahkan (LDR) dan berjuta duri yang kita lemparkan. Ia akan tetap setia menyambut kita di pintu rumah setiap matahari akan tenggelam untuk memeluk, menanyakan kabar, mengusap peluh dan air mata, menguatkan hati-hati yang lemah dan mendoakan kita disetiap malam. 

 Image Shahabat, pelajarilah ayat-ayat cinta yang berterbaran di bumi dari Tuhanmu, rasakanlah bukti cinta sebenarnya dari guru dan Wanita pertama yang mencintaimu. Tatap, perhatikan dan rasakanlah setiap tetesan embun cinta dari mereka. Jangan menjadikan pujangga-pujangga cinta roman picisan, film-film romantis barat, korea, dan telenovela sebagai panutan definisi cinta. Selamat Bercinta dengan Rahman Dan RahimNya yang tidak mengenal batas jarak dan waktu. wallahu’alam

5 Comments

Filed under Curahan Hati

Mengenali Munafik

Ternyata munafik bukanlah merupakan penyakit hati yang biasa-biasa saja. Karena Allah telah banyak menyebutkan dan menjelaskan beberapa sifat-sifat dan kedudukan manusia baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki sifat munafik ini. Allah telah menegur keras dalam surat Al Ahzab ayat 60 dengan melaknat dan mengancam orang-orang munafik ini bahkan memperbolehkan untuk diperangi oleh Muhammad Saw jika mereka terus menyakiti Muhammad dan kaum muslimin pada saat itu. Beginilah gambaran sekilas tentang ancaman terhadap orang-orang Munafik yang ada dalam Al-Quran.

Lalu bagaimana sebenarnya definisi dan ciri-ciri munafik ini? Selain penjelasan dalam Al-Quran, terdapat juga beberapa hadist shahih yang menjelaskan sifat-sifat yang jika dimiliki oleh seorang manusia maka barulah ia disebut munafik. Ali RA mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Sungguh aku tidak mengkhawatirkan seorang mukmin ataupun seorang musyrik atas umatku. Seorang mukmin akan dipelihara Allah dengan imannya daripada perbuatan mengganggu mereka dan seorang musyrik akan Allah patahkan gangguannya dengan sebab kemusyrikannya dari mereka. Tapi, aku sangat mengkhawatirkan seorang munafik yang pandai bersilat lidah, mengucapkan apa-apa yang kamu ketahui dan mengerjakan apa yang kamu ingkari …” (Nahjul Balaghah: 114).

Dari hadist diatas, bisa kita simpulkan bahwa seorang munafik itu adalah orang yang mengucapkan apa-apa yang kita ketahui tetapi mengerjakan apa yang kita ingkari. Orang yang bersifat munafik ini sangat susah untuk dideteksi oleh kasat mata, oleh karena itu Nabi Muhammad sangat mengkhawatirkan orang-orang munafik lebih daripada orang musyrik sendiri. Karena kadar imannya munafik bisa dikatakan hampir tidak ada serta mengingkari dan melupakan Allah, mengolok-olok (atau bersenda gurau) dan menafikan Ayat-ayat Al-Quran (An-Nisa: 140), (At-Taubah: 64).

Kemudian juga dalam sebuah hadist lain dikatakan bahwa perilaku dan tampak kasat mata seorang munafik ini adalah seperti kayu kayu yang tersandarkan dan Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang bertubuh bagus (Shahih Muslim No.4976). Hadist ini menunjukan bahwa orang munafik pandai berperilaku “bagus” didepan orang lain akan tetapi hati mereka tidak seperti apa yang tampak secara kasat mata. Hadist riwayat Bukhari memberitakan tiga ciri-ciri sifat munafik:

“tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari dan jika dipercayai ia berkhianat” (shahih Bukhari)
Apabila terdapat ketika sifat ini pada seorang manusia maka jelaskan ia adalah seorang munafik dan Allah telah memerintahkan kita untuk menghindari orang-orang tersebut. Apabila mereka sedang memperolok-olok ayat-ayat Allah maka harus dihindari minimal sampai mereka mengganti pembicaraan mereka ke arah yang lebih baik. Jika tidak, maka Allah akan menganggap kita sebagai sebagian golongan dari mereka. Dan pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik bersama orang-orang kafir di neraka Jahannam. (An-Nisa: 140).

Oleh karena itu, apabila kita merasa telah berada dalam tepi-tepi jurang kemunafikan ini, mari kita menyegerakan bertaubat dan memperbaiki diri kita masing-masing. Semoga Allah terus memberikan kita petunjuk dan hidayah bagi kita semua. Wallahu’alam bissawaab

1 Comment

Filed under Curahan Hati

BERCINTA DENGAN KEIKHLASAN

Sebuah kewajaran ketika hati tersakiti, maka sebuah rasa cinta yang besar berubah total menjadi kebencian yang memuncak pula. Karena beginilah pada hakikatnya hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran ketika sebuah mimpi yang membumbung tinggi ketika tak tercapai maka ia jatuh terpuruk tak terkira dalamnya kedalam lembah ketakutan dan kekecewaan sehingga rasanya tak ingin kembali hadir kepermukaan dunia. Karena beginilah kelemahan hati dan pikiran manusia biasa.

Sebuah kewajaran pula ketika bayangan masa depan muram begitu menghantui sehingga kita begitu takut dan terus terkungkung dalam kepasifan masa sekarang. Karena beginilah rasa gelisah hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran hati begitu hampa ketika orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita bagai ruang hampa dan suram dan dingin tanpa cahaya dan kehangatan matahari. Karena beginilah kebiasaan hati manusia biasa.

Tapi sadarkah kita bahwa setiap hati memiliki pilihan untuk memilih dan mengubah manusia menjadi pribadi manusia luar biasa? Ketika hati tersakiti dan rasa cinta berubah menjadi kebencian, hati memiliki pilihan untuk mengobati dirinya dengan obat rasa cinta yang lebih besar kepada manusia yang lain atau kepada Tuhan. Niscaya hati akan menemukan ketenangan tak terhingga sehingga ia ikhlas dan sembuh secara perlahan tanpa bekas yang berarti, yang ada hanyalah sedikit goresan sebagai pelajaran dan pengingat agar hati bisa lebih kuat, siap dan waspada.

Kekuatan cinta hati yang ikhlas itu lebih besar daripada kekuatan api kebencian yang pada akhirnya hanya akan menyiksa dan membakar kita hidup-hidup. Ajarkanlah hati agar ia mengerti cara memaafkan dan menerima bahwa ia hidup dalam jamaah manusia yang hakikatnya adalah rapuh dan selalu melakukan kesalahan. Latihlah hati agar ia mampu menjadi danau yang luas, dalam serta tenang yang didalamnya menjadi tempat bertahan hidup makhluk-makhluk Tuhan, yang permukaanya menjadi penyejuk mata yang haus akan ketenangan dari kebisingan hiruk pikuk dunia luar.

Sadarkah sebuah hati yang sering ditimpa dengan pukulan dan sakitnya kenyataan dunia, maka pada hakikatnya ia memiliki kemampuan untuk terus mendebarkan dan terus memberi semangat bagi mereka yang berani dan mengerti bahwa beginilah kenyataan dunia. Bukankah seorang pelaut tidak akan menjadi handal jika ia hanya berlayar di danau yang beriak kecil atau pinggiran laut yang tak ada badai dan topan. Wahai hati, perhatikanlah mereka yang telah mengelilingi dunia Tuhan dalam besarnya debur gelombang dan pasang yang tinggi. Bukankah tampak lebih berani dan kuat?

Wahai hati, tak ada yang perlu dikhawatirkan akan masa depan. Karena masa depan itu bisa ditentukan dan diusahakan. Yang ada dihadapan kita ini adalah masa sekarang yang telah kita usahakan dari masa lalu. Maka lakukanlah apa yang terbaik pada masa sekarang, karena dengannya kita akan menjadi pribadi yang selalu siap dengan apapun yang akan ada pada esok hari. Hiduplah untuk masa sekarang, lakukan yang terbaik pada masa sekarang. Niscaya masa depan datang berdasarakan hak dan kewajiban yang telah kita usahakan sekarang.
Wahai hati, bahwa orang-orang yang kita cintai itu tak pernah meninggalkan kita. Jika kamu mencintai mereka dengan ikhlas, maka ia akan selalu ada dihati dalam bentuk yang membawa ketenangan. Namun jika mencintai dengan nafsumu maka bersiaplah karena sebenarnya ia tak hadir dalam bentuk yang sebenarnya, tapi dalam bentuk yang kamu inginkan yang akan mengecewakanmu ketika bentuk itu pada akhirya berontak dan memunculkan wujud yang tak kamu inginkan. Maka bercintalah dengan ikhlas dan atas nama Tuhan dan jadilah manusia dengan hati yang luar biasa.

Ankara, 15 Desember 2011

1 Comment

Filed under Curahan Hati