BERCINTA DENGAN KEIKHLASAN

Sebuah kewajaran ketika hati tersakiti, maka sebuah rasa cinta yang besar berubah total menjadi kebencian yang memuncak pula. Karena beginilah pada hakikatnya hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran ketika sebuah mimpi yang membumbung tinggi ketika tak tercapai maka ia jatuh terpuruk tak terkira dalamnya kedalam lembah ketakutan dan kekecewaan sehingga rasanya tak ingin kembali hadir kepermukaan dunia. Karena beginilah kelemahan hati dan pikiran manusia biasa.

Sebuah kewajaran pula ketika bayangan masa depan muram begitu menghantui sehingga kita begitu takut dan terus terkungkung dalam kepasifan masa sekarang. Karena beginilah rasa gelisah hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran hati begitu hampa ketika orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita bagai ruang hampa dan suram dan dingin tanpa cahaya dan kehangatan matahari. Karena beginilah kebiasaan hati manusia biasa.

Tapi sadarkah kita bahwa setiap hati memiliki pilihan untuk memilih dan mengubah manusia menjadi pribadi manusia luar biasa? Ketika hati tersakiti dan rasa cinta berubah menjadi kebencian, hati memiliki pilihan untuk mengobati dirinya dengan obat rasa cinta yang lebih besar kepada manusia yang lain atau kepada Tuhan. Niscaya hati akan menemukan ketenangan tak terhingga sehingga ia ikhlas dan sembuh secara perlahan tanpa bekas yang berarti, yang ada hanyalah sedikit goresan sebagai pelajaran dan pengingat agar hati bisa lebih kuat, siap dan waspada.

Kekuatan cinta hati yang ikhlas itu lebih besar daripada kekuatan api kebencian yang pada akhirnya hanya akan menyiksa dan membakar kita hidup-hidup. Ajarkanlah hati agar ia mengerti cara memaafkan dan menerima bahwa ia hidup dalam jamaah manusia yang hakikatnya adalah rapuh dan selalu melakukan kesalahan. Latihlah hati agar ia mampu menjadi danau yang luas, dalam serta tenang yang didalamnya menjadi tempat bertahan hidup makhluk-makhluk Tuhan, yang permukaanya menjadi penyejuk mata yang haus akan ketenangan dari kebisingan hiruk pikuk dunia luar.

Sadarkah sebuah hati yang sering ditimpa dengan pukulan dan sakitnya kenyataan dunia, maka pada hakikatnya ia memiliki kemampuan untuk terus mendebarkan dan terus memberi semangat bagi mereka yang berani dan mengerti bahwa beginilah kenyataan dunia. Bukankah seorang pelaut tidak akan menjadi handal jika ia hanya berlayar di danau yang beriak kecil atau pinggiran laut yang tak ada badai dan topan. Wahai hati, perhatikanlah mereka yang telah mengelilingi dunia Tuhan dalam besarnya debur gelombang dan pasang yang tinggi. Bukankah tampak lebih berani dan kuat?

Wahai hati, tak ada yang perlu dikhawatirkan akan masa depan. Karena masa depan itu bisa ditentukan dan diusahakan. Yang ada dihadapan kita ini adalah masa sekarang yang telah kita usahakan dari masa lalu. Maka lakukanlah apa yang terbaik pada masa sekarang, karena dengannya kita akan menjadi pribadi yang selalu siap dengan apapun yang akan ada pada esok hari. Hiduplah untuk masa sekarang, lakukan yang terbaik pada masa sekarang. Niscaya masa depan datang berdasarakan hak dan kewajiban yang telah kita usahakan sekarang.
Wahai hati, bahwa orang-orang yang kita cintai itu tak pernah meninggalkan kita. Jika kamu mencintai mereka dengan ikhlas, maka ia akan selalu ada dihati dalam bentuk yang membawa ketenangan. Namun jika mencintai dengan nafsumu maka bersiaplah karena sebenarnya ia tak hadir dalam bentuk yang sebenarnya, tapi dalam bentuk yang kamu inginkan yang akan mengecewakanmu ketika bentuk itu pada akhirya berontak dan memunculkan wujud yang tak kamu inginkan. Maka bercintalah dengan ikhlas dan atas nama Tuhan dan jadilah manusia dengan hati yang luar biasa.

Ankara, 15 Desember 2011

1 Comment

Filed under Curahan Hati

One response to “BERCINTA DENGAN KEIKHLASAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s