MEMAAFKAN DIRI

Image

To believe is to understand… to understand that our reason is sometimes unable to understand (Tariq Ramadhan),
Betapa kita begitu egois terhadap diri sendiri sehingga menganggap bahwa fitrah manusia harus mengerti semuanya. Tidak kawan, jangan letakkan beban yang berat itu dipundakmu, ringankan, lemaskan otot-otot egois dan rendahkanlah hati yang menuntut kesempurnaan. Berikan sedikit ruang keleluasaan bagi kesederhanaan jiwa, kelemahan raga, keterbatasan indra.

Pahamilah bahwa manusia yang baik, dewasa, sukses dan segala bentuk kesempurnaan lainnya tidak bermakna memahami dan mengerti segala hal yang ada. Tapi ia bermakna pemahaman dan penerimaan diri sebagai manusia dhaif, naif, dan lemah.

Adalah sebuah kewajaran ketika kegagalan menghampiri kita, bukankah ia juga memiliki hak bagi raga dan jiwamu. Kehadiran kegagalan dalam kehidupan kita mengartikan bahwa kita masih mampu melakukan, mengangkat, dan menantang diri ke level yang lebih susah dan sulit. Jangan mengartikan gagal sebagai kata untuk mengutuk, menghakimi atau merendahkan diri. Jikapun ada air mata yang mengorbankan dirinya diwajah karena kegagalan. Sesungguhnya ia adalah penawar paling mujarab bagi hatim kita yang sewajarnya kecewa. Biarkan ia mengalir deras jika perlu, sampai luka hati benar-benar sembuh dan kecewa benar-benar reda.

Tapi jangan terlalu lama dan jangan sia-siakan pengorbanan air mata itu. Ia melakukannya agar kamu segera bangkit dari keterpurukan. Belajarlah memaafkan diri kemudian bangun, usap air mata dan perbaiki setiap raga dan jiwa yang pernah tersayat, terpotong, dan tergilas. Lalu kembalilah berlayar di lautan dunia.

Percayalah, sekarang jiwa kita telah lebih kuat, dewasa, berani dan tangguh menghadapi setiap dera kata-kata buruk, menyakitkan dan tamparan-tamparan lainnya.

Pahamilah wahai jiwa-jiwa yang terluka, lemah dan terbatas bahwa kesempurnaan hadir bukan dari kekuatan yang kuat yang tidak pernah kalah, berhasil yang tidak pernah gagal. Tapi sempurna secara sederhana datang dari penerimaan diri bahwa kita lemah, kalah dan gagal. Kemudian bangkit, memperbaiki dan menjadi lebih baik kuat dibandinkan kelemahan sebelumnya, menang dari kekalahan dan berhasil setelah gagal. Jika belum juga, teruslah berusaha! karena suatu saat jatah kegagalan setiap manusia juga memiliki keterbatasan seperti kita. Begitulah sunnatullah…

1 Comment

Filed under Curahan Pikiran

One response to “MEMAAFKAN DIRI


  1. *speechless*
    so true! Semoga bisa jadi orang yanglebih ‘ramah’ pada diri sendiri saat kegagalan menghampiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s