KOTA PARA NABI

Tahun 2010 merupakan salah satu tahun penting bagi Turki  karena ditetapkankannya Turki sebagai Ibu Kota Peradaban Eropa. Penamaan ini bukanlah sembarangan, karena memang pada kenyataanya di Turki banyak terdapat situs-situs bersejarah dan budaya-budaya dari berpuluh abad silam, berbagai agama dan juga dari beberapa kerajaan besar yang pernah ada di dunia.

Şanlıurfa, atau lebih dikenal dengan Urfa merupakan salah satu kota bersejarah yang penting yang terletak dibagian tenggara Turki. Sebelum dinamakan Urfa, kota ini telah mengalami berkali-kali pergantian nama seiring dengan bergantinya kerajaan yang pernah berkuasa didaerah tersebut. Nama Şanlıurfa sendiri diberikan ketika kerajaan Turki Usmani pernah berkuasa. Disamping itu juga bangunan-bangunan tua yang masih sangat terjaga membuat suasana kota bersejarah ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Dikota ini pula Nabi Ibrahim As pernah dilahirkan dan hidup sebelum beliau berangkat ke Mekkah untuk membangun Ka’bah. Selain dari Nabi Ibrahim, terdapat juga tempat beribadahnya (Makam Kesabaran) Nabi Ayyub As ketika beliau diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat berat.

Pada masa sebelum Nabi Ibrahim dilahirkan, terkenal seorang Raja yang sadis yang bernama Namrud. Suatu hari Nemrud bermimpi dan kemudian menanyakan artinya kepada ahli nujum di negerinya, ahli tafsir itupun mengatakan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan mengakhiri masa kekuasaannya. Karena perkataan ahli nujum tersebut, maka Namrud pun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada tahun tersebut. Namun karena kehendak Allah, Nabi Ibrahim berhasil dilahirkan secara sembunyi-sembunyi disebuah gua dan tinggal di gua tersebut sampai umur tujuh tahun.

Gua tempat kelahiran ini sekarang terletak disebelah selatan didalam komplek mesjid Mevlid-I Halil. Bentuk dan luasnya sangat sederhana dan sempit sekitar 2×1,5 m dan telah mengalami beberapa tambahan yang bertujuan untuk menjaga keutuhan dan memudahkan pengunjung yang ingin berziarah ataupun ingin melaksanakan ibadah ditempat tersebut. Tepat disudut kiri didalam gua ini juga terdapat air yang bisa diminum oleh pengunjung yang dipercaya dalam mengobati penyakit.

Selain dari tempat kelahiran Nabi Ibrahim, tidak jauh dari komplek mesjid Mevlid tersebut terdapat tempat bersejarah lainnya yang disebutkan dalam Al-Quran yaitu tempat dibakarnya Nabi Ibrahim. Pada masa kekuasaan Raja Namrud Nabi Ibrahim menentang raja tersebut dengan menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh penduduk setempat. Aksi ini menuai kemarahan Raja Namrud yang kemudian menangkap Nabi Ibrahim dan melemparnya ke tempat pembakaran, namun atas perintah Allah api tersebut berubah sifatnya dari panas dan menjadi dingin sehingga tidak dapat membakar tubuh Nabi Ibrahim. Pada masa sekarang tempat ini sudah termasuk dalam komplek wisata terkenal Balikligöl (danau ikan). Bentuk dan luas tempat pembakaran itu lebih luas dari tempat kelahiran beliau sekitar 3×4 m. Didalamnya terdapat tempat air yang bisa diminum oleh pengunjung dan juga dapat melaksanakan ibadah. Komplek Balikligöl ini sangat terkenal di Urfa karena tidak ada yang berani mengambil ikan tersebut sehingga semakin hari ikan-ikan ini terus berkembang dan bertambah banyak.

Tempat penting lainnya di Kota bersejara Urfa ini adalah gua tempat Nabi Ayyub menghabiskan waktunya ketika beliau diuji oleh Allah dengan penyakit lepra yang sangat berat. Karena penyakit yang diberikan ini, beliau dijauhi oleh semua orang bahkan juga oleh istrinya. Namun Nabi Ayyub terus bersabar dan tidak mengeluh bahkan terus beribadah kepada Allah swt di gua. Karena kesabarannya itu, Allah kemudian menyembuhkan penyakit dengan air yang terletak tidak jauh dari gua tempat ia beribadah.

Gua Nabi Ayyub ini sekarang terletak dalam komplek mesjid yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Urfa. Pengunjung dapat mengunjungi tempat ini hanya dalam waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan umum. Gua ini setiap harinya banyak dikunjungi oleh pengunjung baik pria maupun wanita yang ingin sekedar berziarah ataupun beribadah didalamnya. Bentuk dan luas Gua ini kecil sekitar 1×1,5 meter, dan untuk memasuki gua ini pengunjung harus menuruni tangga yang sempit pula.

Tidak jauh dari gua tersebut, terdapat sumur yang digunakan oleh Nabi Ayyub untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun sekarang gua ini sudah ditutup dan tidak dipakai lagi oleh masyarakat sekitar.

* Baiquni

Mahasiswa Universitas Ankara, Turki

Leave a comment

Filed under Curahan Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s