TREND LALU LINTAS

What’s your first impression to be in Aceh?” (Apa kesan pertama anda berada di Aceh?), “The traffic is scary!!!” (Lalu Lintasnya menakutkan!!!). Begitulah beberapa kesan yang saya dapatkan ketika menanyakan kepada beberapa “Bule” (expatriate) yang mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam baik yang bertujuan untuk bekerja ataupun mengunjungi tempat-tempat wisata yang terdapat di provinsi ini. Ekspresi tersebut bukanlah suatu hal yang aneh jika kita melihat sistem lalu lintas yang diterapkan di negara-negara mereka. Keselamatan sesama pengendara dan pejalan kaki sangat dipentingkan dan juga peraturan-peraturan yang diterapkan pun dapat dipatuhi secara sadar dan sukarela oleh masyarakat negara tersebut. Apabila mereka melanggar peraturan maka hukuman yang diterima pun sangat berat sehingga membuat pelanggar merasa jera untuk mengulangi pelanggarannya. Selain itu juga, ketersediaan fasilitas yang mendukung penertiban lalu lintas mengambil peran yang sangat penting dinegara-negara tersebut.

Melihat kesemerautan lalu lintas kita yang telah dan makin memburuk bahkan jauh dari kata “aman” dalam berkendaraan atau berjalan kaki membuat kesan bahwa hal ini sudah menjadi budaya kita sebagai penduduk Indonesia khususnya Aceh. Sehingga terkesan permasalahan ini tidaklah dianggap lagi sebagai suatu permasalahan tetapi lebih sebagai kebiasaan yang telah diterima dan didukung oleh semua lapisan masyarakat. Sebagai contoh, jika kita berjalan di sepanjang jalan-jalan utama kota Banda Aceh pasti akan kita temukan pengemudi mobil atau sepeda motor yang mengebut dengan kecepatan tinggi atau saling menyalip dengan kendaraan lain. Bukankah ini membahayakan banyak nyawa pengemudi kendaraan lainnya sehingga tidak jarang kita temukan kecelakaan beruntun yang sering memakan korban.

Disamping itu, beberapa tahun belakangan ini ada sebuah trend baru dikalangan pengendara kendaraan bermotor di Banda Aceh yaitu melewati Lampu Merah. Trend ini terkesan sudah dianggap suatu hal yang lumrah bahkan kadang-kadang tidak jarang juga kita temukan oknum-oknum yang seharusnya menjadi teladan berkendaraan yang baik pun melakukan pelanggaran tersebut. Sehingga sepertinya sudah tertanam di dalam pikiran kita bahwa melanggar lampu merah adalah suatu hal yang wajar bahkan kadang-kadang menjadi kebanggaan khususnya dikalangan pemuda. Padahal banyak papan-papan pengumuman yang memperingati pengendara agar berkendara secara hati-hati dan mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas seperti sebuah tulisan yang menyatakan bahwa Orang Bijak Tidak Melanggar Lampu Merah. Namun pengumuman atau peringatan semacam itu sering kita anggap hanya sebagai sebuah iklan atau penghias jalan-jalan kita.

Permasalahan lain yang juga menyebabkan keresahan masyarakat juga adalah balapan liar. Sebenarnya hobi ini bisa menjadi kegiatan yang positif apabila dilakukan ditempat dan waktu yang tepat. Namun, ketidaktersediaan tempat untuk menyalurkan bakat membuat pemuda yang memiliki hobi extreme ini memilih balapan liar sebagai tempat penyaluran bakat mereka yang pastinya tidak hanya membahayakan jiwanya sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya.

Permasalahan lalu lintas pun tidak hanya berkisar pada pengendara saja tetapi juga pada para pejalan kaki. Penggunaan Zebra Cross atau jembatan penyeberangan sebagai tempat untuk penyeberangan jalan belum maksimal digunakan oleh pengguna jalan. Hal ini mungkin terjadi karena ketidaktahuan pengguna jalan terhadap fasilitas tersebut. Sehingga pengguna jalan sering sekali menggunakan tempat-tempat sembarangan untuk melakukan penyeberangan yang sebenarnya membahayakan jiwa mereka sendiri apalagi jika penyeberang datang dari kalangan anak-anak.

Merujuk pada beberapa permasalahan tersebut maka sudah sepantasnyalah bagi kita untuk berusaha melakukan sesuatu yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Adapun hal-hal tersebut sebaiknya kita mulai dari diri kita masing-masing secara individual terlebih dahulu. Misalnya menyadari bahwa mengikuti peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan adalah suatu langkah cerdas yang membawa keselamatan baik kita sendiri maupun juga bagi pengguna jalan lainnya. Selain itu, mematuhi peraturan juga sebenarnya bisa dihitung sebagai suatu bentuk ibadah kita kepada Allah Swt. Bukankah Allah menyuruh kita untuk menjaga diri kita baik secara fisik maupun secara ruhiyah. Mematuhi peraturan—Lalu Lintas—adalah sebuah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga diri kita dan juga keselamatan orang lain. Peraturan yang telah ditetapkan bukanlah untuk mengekang ataupun mengkungkung siapapun, tetapi untuk mengatur sehingga semuanya dapat berjalan secara baik dan lancar.

Keteladanan adalah faktor yang sangat penting karena bagaimana mungkin kita akan menaati peraturan Lalu Lintas yang telah tertera jika pihak yang membuat peraturan tersebut juga melanggar peraturan. Selain itu juga, pemberian Surat Izin Mengemudi (SIM) seharusnya hanya boleh diberikan jika telah melewati serangkaian tes yang menguji kelayakan seseorang mengendarai kendaaran bukannya melalui “pembelian” SIM. Hal ini dapat juga dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga kursus mengemudi yang ada di Kota Banda Aceh ini atau di luar Kota Banda Aceh. Karena bagaimana mungkin mengharapkan pengemudi yang baik dan benar jika mereka sendiri tidak tahu apa yang dimaksud dan hal-hal apa saja yang harus dipenuhi untuk menjadi pengemudi yang baik dan benar.

Menyediakan fasilitas-fasilitas yang mampu menampung bakat-bakat pembalap yang ada di provinsi ini adalah solusi yang dapat dilakukan untuk mengarahkan pembalap liar menjadi pembalap profesional. Sehingga mungkin nantinya akan lahir-lahir bibit-bibit unggulan yang dapat mewakili provinsi NAD di ajang-ajang balapan yang bertaraf nasional atau bahkan internasional.

Dan solusi lainnya adalah membangun rasa saling mengerti dan menghormati antara pengguna jalan baik pengendara atau pejalan kaki. Alangkah baiknya jika pengendara kendaraan dapat memberikan kesempatan kepada pejalan kaki apabila mereka ingin menyebrangi jalan. Bukankah nilai-nilai seperti ini yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada kita semua sehingga Islam dapat tersebar luas dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat karena keindahan akhlak yang ditunjukkan penganutnya.

1 Comment

Filed under Curahan Pikiran

One response to “TREND LALU LINTAS

  1. King Romee

    wakakakaka… Serius lo…? (komen dari pelanggar lalulintas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s