BAGAIMANAKAH SHALAT KITA?

Membicarakan perihal shalat sepertinya terkesan topik yang sudah sangat lama dikarenakan hal ini telah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu. Namun walaupun telah lama berlangsung dan terus dibicarakan, perihal ini seolah-olah tak akan pernah ada kata usainya menimbang fenomena-fenomena yang hadir di kalangan umat islam yang masih terus mengabaikan atau melakukan ibadah tersebut secara tidak sempurna.

Shalat adalah ibadah yang langsung diperintahkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw melalui perjalanan Isra’ Mi’raj. Ibadah ini juga merupakan suatu sarana bagi manusia untuk langsung berdialog dengan penciptanya. Disamping itu juga, kewajiban melakukan shalat juga dikarenakan kita sebagai umat manusia telah dan terus menerima anugrah dan nikmat dari Allah Swt, sehingga sepatutnya lah bagi kita semua untuk bersyukur kepada yang Maha Memberi. Bukankah seharusnya kita merasa malu kepada Pencipta kita semua jika kita tidak pernah berterima kasih terhadap pemberian yang kita minta maupun yang tidak kita minta. Padahal Allah hanya mewajibkan kita untuk melakukan shalat sebanyak lima waktu dalam sehari. Jika dibandingkan dengan segala karuniaNya seperti udara, kesehatan, keluarga, kebahagiaan dan lain-lain, apakah pantas bagi seorang makhluk hina, kecil dan tak mempunyai kemampuan apa-apa ini tidak melakukan apa yang diperintahkan Allah? Tidakkah kita malu jika hanya datang kepadaNya disaat kita ditimpa musibah, terdesak, saat cemas atau membutuhkan sesuatu sedangkan ketika sedang dalam keadaan bahagia kita pun lupa akan keberadaan Allah.

Fenomena lainnya adalah sebagaimana yang pernah diucapkan Khalifah Umar Bin Khattab “Banyak orang yang shalat, tetapi sedikit yang melakukan shalat”. Maksudnya adalah begitu banyak orang yang melakukan shalat tetapi sedikit yang melaksanakannya secara baik dan berkesinambungan sehingga tidak ada yang membekas bagi dirinya. Jadi, kita pun tidak perlu heran ketika banyak orang yang melakukan shalat di mesjid, banyak pula yang menjadi korban hilangnya barang-barang bawaan mereka ketika ke Mesjid, atau meskipun sering seseorang melakukan shalat semakin sering pula uang-uang negara yang terus di keruk olehnya. Padahal Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45 bahwa shalat dapat melarang seseorang melakukan hal-hal yang keji dan mungkar. Apakah ayat ini yang menyimpang dari cara hidup manusia ataukah manusia yang tidak mengerti hakikat dari kalam Allah tersebut?

Kebanyakan umat Islam pada saat ini hanya melakukan ibadah shalat sebagai rutinitas saja yang dilakukan hanya untuk pelengkap penderita saja. Sedangkan makna-makna yang terkandung dalam setiap bacaan dan gerakan dalam shalat pun tidak dapat dihayati dan diresapi secara mendalam oleh orang-orang yang melakukan shalat walaupun secara hukum syari’at shalat tersebut dinyatakan memenuhi rukun dan syarat sah shalat. Akan tetapi, ada hal yang lebih subtansial daripada hanya memenuhi rukun dan syarat sah shalat saja yaitu penghayatan dan pengejawantahan shalat tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam Surat Thaha ayat 14 Allah mengatakan “Dan Laksanakanlah shalat untuk mengingatKu”. Jadi berdasarkan perkataan diatas, tujuan dari melakukan shalat adalah agar kita selalu ingat kepada Sang Khalik yang menciptakan kita. Sehingga perbuatan keji dan mungkar pun akan tercegah karena seringnya kita mengingat Allah dan niscaya Allah pun akan mengingat kita. Selain itu, dalam bacaan Surat Al-Fatihah terdapat berbagai pesan yang seharusnya mampu mencegah kita dari melakukan perbuatan keji dan mungkar bagi orang-orang yang mampu menghayati surat tersebut. Sebagaimana yang terdapat pada ayat enam dan tujuh, Prof. Dr. Ir. M Amin Aziz mengungkapkan bahwa pesan dalam ayat tersebut adalah kita meminta kepada Allah agar dikarunikan hidayah serta memohon kepada Allah agar ditunjuki jalan yang lurus bukannya jalan yang orang-orang yang Allah murkai dan sesat seperti Fir’aun, Qarun, penganjur nafsu materialisme, Abu Jahal, Abu lahab, sekularisme dan hedonisme. Oleh karena itulah shalat diatur dalam waktu yang berbeda-beda yaitu pada siang dan malam agar berulang-ulang pula mengingat Allah yang akan menambah kesan ketaqwaan dan kecintaan terhadap Allah dalam hati kita. Bukankah kita akan merasa malu jika melakukan hal yang keji dan mungkar dihadapan siapa yang kita takuti, hormati, cintai dan agungkan?

Menghayati hakikat dalam shalat atau khusyuk dalam shalat pada dasarnya adalah sebuah kewajiban yang dibebankan kepada orang-orang yang melaksanakan shalat. Walaupun para ahli fiqh tidak menetapkan secara khusus didalam rukun dan syarat sah shalat karena kekhusyukan adalah masalah yang berhubungan denga batin seseorang yang sangat abstrak untuk diketahui. Namun apabila kita melihat pada rukun dan syarat sah shalat maka kita akan menemukan aturan-aturan yang telah ditetapkan yang bertujuan untuk meraih tingkat minimal dari kekhusyukan seperti tidak boleh melakukan gerakan-gerakan besar sebanyak tiga kali berturut-turut. Aturan seperti ini sebenarnya menginginkan pelaku shalat agar dapat berkonsentrasi penuh ketika melakukan shalat.

Pada dasarnya memang tidak ayat dalam Al-Quran yang menegaskan perintah khusyuk dalam shalat. Tetapi perintah Allah tidaklah harus selalu menggunakan kata-kata yang tegas sebagaimana yang terdapat dalam surat Al Mukminun ayat 1-2 yang menyatakan beruntunglah orang beriman yang khusyuk dalam shalatnya. Ayat tersebut merupakan anjuran kepada orang beriman agar khusyuk dalam shalatnya sehingga mereka akan meraih kebahagian karena telah berhasil “bertemu” dengan Penciptanya. Inilah salah satu tujuan lain dari shalat yang seharusnya membuat kita sadar bahwa shalat adalah kebutuhan kita semua bukan sekedar kewajiban. (Bay)

Leave a comment

Filed under Curahan Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s