INDONESIA CANADA WORLD YOUTH EXCHANGE PROGRAM 2007/2008

Mengenal, mengalami dan hidup langsung dengan masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sangat berbeda memiliki daya tarik tersendiri. Kebetulan, saya adalah salah satu peserta yang beruntung mengikuti program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada tahun 2007.  

Program yang telah saya ikuti ini berlangsung selama tujuh bulan yaitu 3,5 di Kanada (Canada Phase) dan 3,5 di Indonesia (Indonesian Phase). Sebanyak 18 pemuda dari berbagai daerah Indonesia akan bertemu yang kemudian ditraining selama 10 hari untuk di berangkatkan ke Kanada. Di Kanada, pemuda-pemuda Indonesia tersebut dipasangkan dengan 10 orang pemuda dari Kanada juga. Kemudian mereka akan menempati rumah orang asuh (Host Parent) yang ditunjuk oleh Canada World Youth (NGO) yang pada tahun 2007 berlokasi di Propinsi Manitoba di Kota Neepawa (Fase Kanada) dan Propinsi Gorontalo di desa Langgee (fase Indonesia).

Selama phase Kanada, peserta PPIK melakukan volunteering (relawan) diberbagai work placement (tempat bekerja) yang diminati oleh peserta. Kebetulan karena latar pendidikan saya adalah Tarbiyah di TEN (Tadris English) IAIN Ar-Raniry, maka saya memilih untuk menjadi relawan di Neepawa Collegiete High School—sebuah sekolah umum yang berada di Kota Neepawa—sebagai seorang asisten guru. Sedangkan peserta lainnya ada yang menjadi relawan di Touchwood (tempat orang-orang yang memiliki keterbelakangan), East View ladge (Panti Jompo), Town of Neepawa (Balai Kota) dan Chamber of Commerce (Kadin), Pustaka dan Museum. Sedangkan di fase Indonesia, nantinya peserta akan lebih banyak melakukan pengabdian masyarakat seperti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).

Selama keberadaan saya di Kanada, banyak hal baru yang saya temukan baik dari kebudayaan, akhlak terhadap lingkungan maupun sistem pendidikan yang diterapkan. Kebudayaan yang dimiliki masyarakat barat cukup berbeda dengan masyarakat Indonesia dan Aceh khususnya. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, agama adalah suatu hal yang sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap individu—terlepas apakah ia seorang penganut yang taat atau tidak—bahkan agama adalah petunjuk jalan kehidupan yang harus ditempuh (religious), sedangkan orang barat memandang agama bukanlah suatu hal yang harus dimiliki. Setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan apakah ia ingin memiliki agama atau tidak dan kebanyakan orang tua tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Hal ini terbukti, ada beberapa peserta PPIK tahun ini mengatakan bahwa mereka belum memiliki agama bahkan ada juga yang atheis (tidak mempercayai Tuhan). Namun hal ini tidak menafikan bahwa ada juga sebagian orang yang menganggap penting agama.

Masyarakat Kanada juga merupakan masyarakat yang sangat menghargai perbedaan, hal ini terjadi karena Kanada memang telah lama hidup dengan keadaan multikural. Banyak dari penduduk Kanada berasal dari berbagai negara dan ras yang berbeda. Walaupun pada awalnya, isu-isu rasisme sempat mengisi sejarah Kanada seperti masalah perlakuan terhadap suku asli Kanada (First Nation) yang sampai saat ini masih belum terselesaikan dengan tuntas.

Ketika peserta dari Indonesia yang beragama Islam melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, orang-orang Kanada sangat menghargai kegiatan ini. Hal ini ditunjukkan dengan mengizinkan peserta dari Indonesia untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di rumah-rumah mereka atau di gedung-gedung yang tidak terlalu sering digunakan pada malam hari. Selain itu juga, mereka juga bersedia mengantarkan peserta muslim ke Kota Brandon—sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil dari kota Neepawa—untuk mengunjungi Brandon Islamic Center (masjid) sehingga kami bisa bertemu dengan komunitas muslim lainnya dan melaksanakan shalat berjamaah bersama seperti Shalat Jum’at dan Shalat Idul Fitri, walaupun hal ini tidak terlalu sering dilaksanakan.

Selama melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, peserta dari Kanada yang non-muslim menunjukkan rasa menghargai mereka dengan meminta izin kepada muslim yang berpuasa apabila mereka ingin makan. Bahkan ada beberapa peserta Kanada yang ikut berpuasa dan belajar melaksanakan shalat bersama muslim lainnya. Mereka melakukan ini karena rasa ingin tahu mereka yang sangat besar.

Hal lainnya yang mejadi perhatian mereka adalah Ketepatan waktu adalah hal yang penting, keterlambatan sebanyak beberapa kali tidak dapat ditolerir. Di tempat saya bekerja (Neepawa High School Collegiate), orang tua akan langsung dihubungi oleh pihak sekolah apabila anak-anak mereka terlambat kedalam kelas sebanyak tiga kali. Selain itu, biasanya kelas sudah dimulai sepuluh menit sebelum waktu yang sebenarnya. Menghormati orang lain juga hal yang penting, apabila ada murid yang berkata kasar atau menunjukkan sikap tidak hormat kepada guru di sekolah, maka mereka akan mendapatkan peringatan keras dari pihak sekolah.

Setelah fase Kanada berakhir, pada tanggal 8 desember 2007 peserta diberangkatkan kembali ke Indonesia menuju Provinsi Gorontalo di Desa Langge Kecamatan Bone Bolango yang terletak di pulau Sulawesi. Selama di Gorontalo, kami juga tinggal di rumah-rumah penduduk yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi gorontalo.

Selama 3,5 bulan di Gorontalo kami melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa Langge tersebut. Adapun hal-hal yang kami lakukan disana adalah renovasi mesjid, Pembangunan Sumur untuk masyarakat, Penanaman pohon, Pengajaran Pendidikan Damai—bekerja sama dengan UNICEF—dan Bahasa Inggris.

Renovasi mesjid dilakukan karena penduduk di Langge semuanya beragama Islam dan fasilitas agama yang ada di desa tersebut tidak cukup memadai. Pembangunan sumur dilakukan karena akses terhadap air bersih sangat susah untuk dicapai oleh penduduk. Sedangkan Pendidikan damai adalah salah satu upaya kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan anak-anak bahwa kekerasan bukanlah jalan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu masalah.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, kami juga mempunyai kegiatan mingguan yang kami sebut dengan EAD (Education Activitiy Day). Kegiatan ini berupa diskusi atau workshop yang dilakukan selama 1 hari yang bertujuan untuk lebih menambah dan mengembangkan pemahaman terhadap suatu topik yang dibahas secara bersama.   

Program ini berakhir pada tanggal 18 maret 2008 dan peserta pun kembali ke daerahnya masing-masing.  Program yang telah berlangsung selama tujuh bulan di dua negara Indonesia dan Kanada ini tidak hanya memberikan saya pengalaman yang menarik tetapi membuka kesempatan bagi saya pribadi untuk memiliki teman ataupun bisa lebih tepat memiliki keluarga yang berada di belahan bumi lainnya.

 

21 Comments

Filed under Curahan Pikiran

21 responses to “INDONESIA CANADA WORLD YOUTH EXCHANGE PROGRAM 2007/2008

  1. yani

    hello, I’m Yani, I’m Youth Exchange Program Participant from Central Java 1995-1996, mo bagi cerita juga, boleh?

  2. well done! viva PPAN🙂 keep posting demi memperluas informasi mengenai PPIK dan PPAN😀

  3. Thank for the comment…please welcome to share stories…

  4. Mikapik

    Bayy……
    temen senasip dan sepenanggungan he..he..
    thanks for shared everything w me!!!
    Hopefuly we’ll meet again,
    did u remember what Candielya said??
    reunian at Istanbhul… next 5 years
    so Prepared since right now, n maighbe u can give me free ticket, he..he…..

    don’t forget our memories during that programm
    To be onest, the last one where in the Airport,
    CORNAPLE…..I MISSSSSSSS MISSSS MISSS U….
    OH NO.. I’m going to cry..

  5. yutmen

    Hai…aku Yutmen….Aku sedang mendaftar untuk ikut program ICYEP nih. kira-kira kamu bisa bagi pengalaman gak waktu diwawancarai itu apa aja sih yang ditanyakan..tx ….. Blessed r u.

  6. Oscar

    Hallo, salam kenal

    Saya Oscar. Saya sangat tertarik dengan program ICYEP ini, apa2 y requirementsnya? Aku ngecek di internet sulit dapet keterangan yang jelas mengenai program ini. Mohon dibantu ya…
    Thanx

  7. iin

    lam kenal…

    Saya iin. smester 3 jurusan akukntansi.
    ICYEP ni mang 7 bulan yach???
    delegasinya buat umum or buat mahasiswa jg??

    Sulit bgt to dpt info ttg ni program.
    please infonya ya…

  8. octa

    gimana caranya supaya bisa jadi volunteer juga??pengen bgt nihh..

  9. ain_gtlo

    Alhamdulillah, dengan adanya program ini kita bisa kenal……

  10. shanti kusumawardhani

    halo, saya shanti mahasiswa smester7 jurusan bhs.inggris. blh saya tau requirements nya apa aja bwt iktn ICYEP? daftar nya n wawancara nya dmn? makasih

  11. annisa

    hallo salam kenal, sy annisa dari lombok.
    terimaksih atas info icyep yang anda share, stidaknya ini telah memberi sedikit gambaran bagi saya.
    kalo saya boleh tahu, ketika anda diinterview, pertanyaan seputar apakah yang ditanyakan dewanjuri?apakah anda diminta menampilkan atraksi budaya dr daerah asal?
    insyaallah ini akan sangat membantu saya nantinya ketika pendaftaran. mohon bantauannya.
    atas informasinya,, saya ucapkan banyak terimaksih.

  12. Syarifuddin Hardyo A.

    hi there, glad to read your story abaout PPIK.
    Aq jg alumni PPIK thn 97/98. seangkatan sama Mahfirlana Mashady (PS mu ya??)
    Nice to catch you here buddy

  13. wah…seru klo smua alumni pada nimbrung..iya Mbak Fir itu PS..pokoknya beliau mantap dah..🙂

  14. Dian AS

    Dear,
    Saya wakil Sumut untuk ICYEP 2009 (blm berangkat),
    Lg cari2 info ttg kegiatan apa yg nanti kita lakukan d program,trnyata blog abang yg paling spesifik dan deskriptif,
    bagi2 ceritanya lagi dong bang !!!

    Please check out my fb at diandoank_manutd@yahoo.com
    (aku orang aceh bang,bahasa aceh q lancar..heheh)

  15. amink

    pak,, saya kandidat untuk PPIK 2009/2010 .. asal saya dari Kalimantan Timur..begini,saya agak bingung,, banyak hal yang masih mengganjal sampai saat ini,,
    1. untuk PDT sendiri saya masih belum tau pasti tanggal yang ditetapkan menpora, hanya dikatakan dibulan agustus.. kira2 punya info gag seputar ini??
    2. untuk performance sendiri,dari daerah masing2 ntar dijakarta ada unjuk performance juga??
    3. ngomong2,, dimana alamat yang mesti saya tuju ketika pertama kali sampai jakarta,,
    mohon bantuannya….

    mudah2n info ini bisa bantu saya untuk persiapan kejakarta,, soalnya saya gag punya teman yang bisa diajak share…

  16. dini

    halo kak, aku dini , peserta ICYEP 2008/2009(lampung)..mungkin kakak dah lupa,
    tapi aku masih inget, kakak dulu banyak ngasih informasi ke aku, bahkan ngasih no hp temen peserta aku yang dari jakarta..terimaka kasih banyak ya kak,,,semoga tetap Semangat!

  17. mien lestari

    gimana caranya bisa gabung di CWY mas???

  18. Putri Gagaramusu

    haloo guys,
    sy Putri PPIK 2009-2010..salam kenal..seneng dengar cerita selama program:)

  19. Indry Widyasti

    halo.. saya Indry PPIK 2012.. doakan kami yah.. thanks buat ceritanya..

  20. Pingback: Indonesia Canada Youth Exchange Program 2007 | pcmiaceh.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s