Bermimpi dan Tuhan

Sahabat, berniat baiklah dalam memimpikan impianmu dan bertekadlah secara kuat, tekun serta ulet. Maka saksikanlah bahwa ketika kau menyadari akan hadirnya penghalang/penghadang menuju mimpimu, tirai-tirai penghalang itu akan segera diangkat oleh tangan-tangan Tuhan yang bekerja dengan sistematis di bumi manusia. Tanamkanlah keyakinan dalam hati-hati lembutmu bahwa Sesungguhnya Ia tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri selama semangat Perjuangan kebaikan dijalan Tuhan itu tak pernah padam pula.

Bersihkan hati dan niat yang mungkin telah ternodai dengan indahnya niat-niat yang keji, penuh kesombongan, dan hal-hal kerdil kedunian itu. Niscaya kamu akan mampu melihat dengan lebih jernih dan mudah bahwa tangan Tuhan setiap saat bekerja membantu mu disaat kamu membutuhkanNya untuk mewujudkan impian baik, ikhlas dan rahmat bagi segenap makhluk Tuhan lainnya.

Janganlah resah dan khawatir dengan cobaan, tikaman dan batu-betu kerikil tajam selama perjalanan menuju mimpi indah dan baik itu. Bukankah kau telah menyaksikan bagaimana Allah menurunkan ketenangan hati pada Muhammad SAW dan Abu Bakar ketika mereka diIncar oleh musuh Tuhannya? Bukankah Allah juga telah menjanjikan padamu bahwa ia lebih dekat dari urat nadi dirimu sendiri? Apakah Kau tidak menyaksikan bahwa Tuhan mengangkat kemulian orang-orang yang telah bersusah payah mencari ilmu dijalannya? Juga, bukankah Tuhan telah mengirimkan bala tentara malaikat utuk membantu Muhammad ketika Perang Badar? Have a little faith to Him, maka kamu akan merasakan ketenangan dan kehebatan luar biasa yang akan hadir dari hati kecil yang kan menyeruak keseluruh tubuh dan bertransformasi dalam bentuk energy-energi positif yang membuat kamu lebih peka dan  tajam dalam melihat-melihat peluang-peluang dimudahkannya urusannmu dan bahwa seluruh Alam sedang bersekutu mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Percayalah, bahwa Manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Tuhan. Interaksi tak terbatas antara setiap gen dan DNA dalam tubuh kita seharusnya bisa mengingatkan kita bahwa tidak ada “mission impossible” dan menjadikan kita “limitless”. Mulailah bermimpi seperti para “Laskar Pelangi”, berfikirlah secara sistematis seperti “Sherlock Holmes”,  terus berjuanglah seperti “Real Steel” dan tak pernah putus asa bagaikan “Cast Away”.

Selamat Bermimpi dan Berjuang demi kebaikan..

Leave a Comment

Filed under Curahan Pikiran

BERCINTA DENGAN KEIKHLASAN

Sebuah kewajaran ketika hati tersakiti, maka sebuah rasa cinta yang besar berubah total menjadi kebencian yang memuncak pula. Karena beginilah pada hakikatnya hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran ketika sebuah mimpi yang membumbung tinggi ketika tak tercapai maka ia jatuh terpuruk tak terkira dalamnya kedalam lembah ketakutan dan kekecewaan sehingga rasanya tak ingin kembali hadir kepermukaan dunia. Karena beginilah kelemahan hati dan pikiran manusia biasa.

Sebuah kewajaran pula ketika bayangan masa depan muram begitu menghantui sehingga kita begitu takut dan terus terkungkung dalam kepasifan masa sekarang. Karena beginilah rasa gelisah hati manusia biasa.

Sebuah kewajaran hati begitu hampa ketika orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita bagai ruang hampa dan suram dan dingin tanpa cahaya dan kehangatan matahari. Karena beginilah kebiasaan hati manusia biasa.

Tapi sadarkah kita bahwa setiap hati memiliki pilihan untuk memilih dan mengubah manusia menjadi pribadi manusia luar biasa? Ketika hati tersakiti dan rasa cinta berubah menjadi kebencian, hati memiliki pilihan untuk mengobati dirinya dengan obat rasa cinta yang lebih besar kepada manusia yang lain atau kepada Tuhan. Niscaya hati akan menemukan ketenangan tak terhingga sehingga ia ikhlas dan sembuh secara perlahan tanpa bekas yang berarti, yang ada hanyalah sedikit goresan sebagai pelajaran dan pengingat agar hati bisa lebih kuat, siap dan waspada.

Kekuatan cinta hati yang ikhlas itu lebih besar daripada kekuatan api kebencian yang pada akhirnya hanya akan menyiksa dan membakar kita hidup-hidup. Ajarkanlah hati agar ia mengerti cara memaafkan dan menerima bahwa ia hidup dalam jamaah manusia yang hakikatnya adalah rapuh dan selalu melakukan kesalahan. Latihlah hati agar ia mampu menjadi danau yang luas, dalam serta tenang yang didalamnya menjadi tempat bertahan hidup makhluk-makhluk Tuhan, yang permukaanya menjadi penyejuk mata yang haus akan ketenangan dari kebisingan hiruk pikuk dunia luar.

Sadarkah sebuah hati yang sering ditimpa dengan pukulan dan sakitnya kenyataan dunia, maka pada hakikatnya ia memiliki kemampuan untuk terus mendebarkan dan terus memberi semangat bagi mereka yang berani dan mengerti bahwa beginilah kenyataan dunia. Bukankah seorang pelaut tidak akan menjadi handal jika ia hanya berlayar di danau yang beriak kecil atau pinggiran laut yang tak ada badai dan topan. Wahai hati, perhatikanlah mereka yang telah mengelilingi dunia Tuhan dalam besarnya debur gelombang dan pasang yang tinggi. Bukankah tampak lebih berani dan kuat?

Wahai hati, tak ada yang perlu dikhawatirkan akan masa depan. Karena masa depan itu bisa ditentukan dan diusahakan. Yang ada dihadapan kita ini adalah masa sekarang yang telah kita usahakan dari masa lalu. Maka lakukanlah apa yang terbaik pada masa sekarang, karena dengannya kita akan menjadi pribadi yang selalu siap dengan apapun yang akan ada pada esok hari. Hiduplah untuk masa sekarang, lakukan yang terbaik pada masa sekarang. Niscaya masa depan datang berdasarakan hak dan kewajiban yang telah kita usahakan sekarang.
Wahai hati, bahwa orang-orang yang kita cintai itu tak pernah meninggalkan kita. Jika kamu mencintai mereka dengan ikhlas, maka ia akan selalu ada dihati dalam bentuk yang membawa ketenangan. Namun jika mencintai dengan nafsumu maka bersiaplah karena sebenarnya ia tak hadir dalam bentuk yang sebenarnya, tapi dalam bentuk yang kamu inginkan yang akan mengecewakanmu ketika bentuk itu pada akhirya berontak dan memunculkan wujud yang tak kamu inginkan. Maka bercintalah dengan ikhlas dan atas nama Tuhan dan jadilah manusia dengan hati yang luar biasa.

Ankara, 15 Desember 2011

Leave a Comment

Filed under Curahan Hati

Fairy

I’m the land of fairy
But they’re just the fairy for other…
Coz I’ve surrendered my self to the only fairy I had in the land of mankind…

Living without you is just a pile of pain
Feels like a ten shade of winter..
cracking my bone..
freezing my blood..
Losing my mind…
Blinding my eyes…
knotting my jaw in the coldest night..
Even worse the sun can’t share it’s light..
Coz you’re the only sun that warms my heart..

Every single second I’ve passed is just to hope that it goes faster
Every single night I’ve run through is just to wish that I can hold you right and tight sooner.
Kissing your body and soul…tenderly..
But all I can do…
To hug and kiss you through this lonely heart…
wishing that it’ll reach to you…

2 Comments

Filed under Poetry

Beasiswa Pemerintah Turki

THE GUIDELINES FOR THE SCHOLARSHIPS OF THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF TURKEY

I) GENERAL TERMS

If there is no special note in bilateral agreements; Turkish Government offers scholarships for Undergraduate and
Graduate (Master/PhD) studies, as well as for Research and Turkish Language Summer Courses under the following
conditions:

1- Scholarship notifications are announced through diplomatic channels. Candidates should apply to the authorized
bodies of their own countries or to the Turkish Embassies/Consulates in their respective countries.

2- Candidate is selected by the related country or by the foreign representatives of the Republic of Turkey. Commission
also selects one reserve candidate for a quota of five, two reserve candidates for a quota of six or more.

3- Documents of candidates for undergraduate, graduate and research scholarships should be submitted to the Turkish
Ministry of National Education through diplomatic channels before 15
th July and the documents of candidates for Turkish Language Summer Course scholarships before 15th May same way. Applications with missing documents or applications received later than the above mentioned dates will not be taken into account.

4- Turkish Ministry of National Education examines and evaluates the documents. Selected candidates are invited through diplomatic channels.

5- Candidates of undergraduate and graduate scholarships should obtain a visa of “Education” and the candidates of
research scholarships should obtain a visa of “Research (holder of MoNE scholarship)” from the Turkish Embassies/Consulates in their respective countries. Candidates of Turkish Language Summer Courses scholarships can attend a two-month TÖMER course with a tourist visa.

6- Candidates should arrive at the address which is written on the invitation letter and bring the application letter and the
originals of the diplomas with them. They should cover their own travel expenses. Invitation letter covers necessary
information.

7- Candidate registers to the educational institution that he/she is accepted and applies for the scholarship. With the
official school registration and scholarship documents he/she applies for “dorms” and “residence permit”.

8- Student should apply for the extension of residence permit one month prior to its deadline. Extension of the residence
permit is under student’s responsibility.

9- Undergraduate and graduate students attend Turkish Courses at TÖMER for 1 year. In order to be enrolled to the
universities, students should obtain a “high” level of TÖMER Diploma.

10-Prior to making their program selection, applicants have to inquire about the universities’ conditions of acceptance and
registration. Some universities require students to attend a one-year preparatory language class and take proficieny
exam. After completing the placement process for a university, requests for university changes are not regarded.

11- Applications for Medical Specialty studies are ineligible for the scholarship program. However, candidates can take
exams for Medical Specialty studies (TUS) with their own expenses.

12- Research programs are open to those who want to make a scientific research in his/her particular subject area in a university. Research duration is between 2-8 months.

13- Turkish Language Summer Courses are organized in Istanbul, Ankara, Izmir, Bursa, Antalya, Samsun, and Trabzon. Applicants can choose three provinces among them. Courses are not organized in provinces that have no adequate number of applicants. Course dates are from July 1st to August 31st.

14- Besides monthly living expense allowance; tuition fees, housing costs and medical treatment expenditures (excluding
long term illnesses, serious surgical operations, prosthesis, jaw orthopaedics, orthodontics and teeth prosthesis) are paid
by the Turkish Government.

15- Academic year begins in September. Candidates who are invited to take Turkish courses at TÖMER must register and
complete application process for the scholarship before 15th October. For those who are invited to start their undergraduate, graduate and research studies must complete their registration for the university and scholarship process before 1th October.

16- If a student cannot graduate in normal school time (except prep school year) he/she is given maximum a 2 year
extra time. If a student cannot graduate in that extra time, his/her scholarship will be cancelled.

17- Once student completes the registration process with university, housing / dormitory facility and scholarship program
he or she assumes full responsibility for the conditions and regulations of mentioned institutions and conditions listed
under this document.

II) ELIGIBILITY FOR SCHOLARSHIPS
1- Applicants should not be a citizen of the Republic of Turkey or hold a dual nationality (Turkish and any other
country’s nationality).
2- Undergraduate candidates should have a “good” level of a high school graduation degree. The high school which
was graduated from should be equivalent to the high schools in Turkey. Candidates should not have suspended education
more than 2 years after graduation and not be older than 25 years on the date of application.

3- Candidates for graduate studies (Master/PhD) should be a graduate of a 4-year university and not be older than
40 years on the date of application.

4- Research candidates should be a graduate of a 4-year university and have a good level of Turkish, English or French.

5- Candidates for the Turkish Language Summer Courses should be a university student or a graduate 6- Candidates should not be infected with a contagious disease (HIV, Hepatitis-C and etc) or should not have a disease preventing his/her education in Turkey.
III)

DOCUMENTS REQUIRED
a) Bachelor’s Degree Applicants
1. Diploma,
2. Transcript,
3. Health report,
4. TÖMER Turkish Diploma (If available)

b) Master’s/ Doctor’s Degree Applicants
1. Diploma,
2. Transcript,
3. Health report,
4. TÖMER Turkish Diploma (If available)
5. Recommendation Letters / Acceptance Letter (If available)

c) Research Studies Scholarship Applicants
1. Diploma,
2. Transcript,
3. Health report,
4. Recommendation Letters / Acceptance Letter (If available)
5. Curriculum Vitae (CV)

d) Turkish Language Summer Courses Applicants
1. Diploma / Student certificate
2. Health report

ATTENTION:
a) Program selection form will only be filled by applicants who,
- already have TÖMER Turkish diploma,
- are graduated from Turkish high schools in Turkey,
- are graduates of Turkology, Turkish Language and Literature programs of universities abroad,
- applicants of research studies,
- are applying for Turkish Language Summer Course.

b) For those other than candidates mentioned above will not fill out program selection form. The program selection form
will be filled by them during their language study at TÖMER.

c) Incomplete or incorrect Application Forms will be invalid.

untuk Informasi lebih lanjut bagi tahun-tahun berikutnya bisa dilihat pada alamat dibawah ini

http://digm.meb.gov.tr/burs.html

1 Comment

Filed under Article

Dangerously Beautiful


Pertengahan November 2007 di kota Neepawa, Manitoba, Canada, disebuah tempat terasing yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya. Hawa dingin merasuk kedalam tiap pori-pori wajah kering tanpa rasa ragu dan menghalangi. Sensasi wajah terbakar oleh dingin pun terasa begitu paradoks. Aneh memang rasanya, tapi diam dalam hati ada semangat ingin tahu membuncah dan terus menggebu…

Tanpa kusadari, turunlah satu benda, putih, bersih, dingin, rapuh, dan indah sehingga tersimpul seulas senyum yang mungkin hanya diriku yang mengerti maknanya. “Akhirnya ia datang” hati ku berbisik. Ternyata tak hanya satu yang hadir, ribuan lainnya pun turun dengan bentuk yang berbeda, hampir tak ada yang sama. Semakin bahagia, tanpa terasa ternyata kaki telanjang ku pun mulai terasa dingin karena lama bersentuhan denganya, baju kaos lengan pendek membuat bicara ku pun mulai gemetar. Ya itulah tamu bulan ini, salju.
Ia tamu kehormatan bagi mereka yang mata hatinya terbuka untuk menerima secara ikhlas bentuk ujian Tuhan. Sungguh dalam susahnya menempuh ujian kehidupan selalu saja ada hal yang kecil baik yang bisa berubah pada kebahagian jika saja hati ini ikhlas dan mampu memanfaatkan kesempatan sebagaimana dalam dinginnya kebekuan salju disetiap akhir tahun, terdapat kebahagian bagi mereka yang bermain “snowball fighting”, “snowman”, “tobogganing” dan juga skiing. Ia adalah simbol keindahan dalam berbagai bentuk seperti pohon, molekul air, dan bintang. Warna putih lembutnya mewakili sifat fitrah hati manusia sebelum ia bercampur dengan bumi. Ia juga katalisator kehangatan keluarga ketika kita bermain dengan salju dalam dinginnya hawa minus.

Tapi entahlah, dalam bentuk keindahan dunianya kadang salju juga bisa menjadi penipu bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri, sombong, dan lalai terpana oleh indahnya. Ia mampu membunuh kehidupan yang tidak dijaga dengan baik pula. Putih saljunya menyilaukan mata mereka yang tidak pandai menjaga pandangan. Kesombongan atas kemewahan dan berbagai harta dunia membuat mereka lupa bahwa keindahan itu bisa berubah menjadi katalisator kematian karena licinnya jalan yang ditempuh. Sedangkan kelalaian persiapan bisa merubah bahagia menjadi penyakit “frostbite” yang mampu membusukkan fisik yang indah pula.

Namun dibalik indah yang mampu melalaikan dan membunuh itu pula. Musim salju merupakan pertanda harapan bagi mereka yang bersabar dan bertahan bahwa sesaat lagi musim semi segera hadir menggantikan kematian-kematian itu. Matahari kembali hangat, pepohonan kembali hijau, bunga kembali mekar dengan berbagai warna keindahan, dan burung pun kembali menyanyikan nada cinta dan kehangatan.
Qs. Alam Nasyrah: (94): 6:
“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Leave a Comment

Filed under Curahan Pikiran

LAKUKAN DENGAN DAN UNTUK CINTA

Dingin pagi Ankara kembali menyapa kulit tipis sao matangku yang rasanya baru saja dibakar panas tropis di Aceh, Indonesia. Ternyata musim gugur telah menyapa kulitku pagi ini, dingin dan kering terasa diantara taman-taman sejuk dan rindang di Ankara. Pohon pun ternyata merasakan kehadiran autum ini. Warna hijau daunnya berubah coklat kering gersang, bahkan berjatuhan ke bumi, dan kali ini ke pundakku. Kutanyakan padanya, kenapa kau jatuh dari batang kokoh itu? Bukankah kalian telah lama bersama? Apa pohon tak menginginkanmu lagi?

“Bukan, bukan karena ia tidak menginginkanku lagi, bukan juga karena aku bosan dengannya, tapi ini kami kulakukan karena cinta” jawabnya, dan aku pun bingung. “Bukankah dengan jatuhnya dedaunan ke bumi pohon akan memiliki kehidupan yang baru nantinya pada musim semi, sehingga ia terus bisa tumbuh dan menghasilkan buah yang bermanfaat bagi kalian (manusia)?” sambungnya, tertegunku mendengar. “Tidakkah kau tersakiti ketika gugurmu?” tanyaku. “Laksana kulit yang teriris belati, sakit, tapi ia akan segera sembuh dengan waktu dan ketika ikhlas menyertai tindakan, maka Tuhan akan meringankannya bagi mu, seperti angin yang membantu gugurku, sehingga sakit ku terasa ringan dihembus angin lalu.” Lalu, apakah ia menyadari gugurmu?, penasaran semakin menyelip dalam pikiran ku. “Aku tak tahu, jika memang ia menganggapku bagian dari hidupnya, pasti ia merasakan ada yang tak lengkap dari hidupnya, namun ku harap ia kan baik-baik saja dan melanjutkan hidupnya karena pengorbananku tak seberapa dengan besarnya manfaat yang bisa ia berikan ketika tumbuh besar dan berbuahnya, aku bahagia…cukup itu…” jawabnya.

Merasa puas dengan jawaban itu, aku pun meletakkan daun tua itu diatas sebuah bangku tersendiri ditengah taman dan melempar pandangan ke sekeliling taman menyaksikan sambil tersenyum bangga dan tenang ketika tersadar bahwa ia bukanlah satu-satunya yang berkorban selama ini, ribuan daun telah gugur demi kehidupan pohon dan manusia yang lebih baik dimasa depan. Aku juga sadar dan belajar, bahwa gugurnya daun ini bukanlah pertama kali dan satu-satunya makhluk Tuhan yang rela berkorban atas nama cinta, serangga, hewan dan manusia telah berabad-berabad melakukannya baik yang terekam oleh indra manusia ataupun tidak. Betapa tidak, jika tidak ada pengorbanan yang dilakukan atas nama cinta ini, maka tidak akan ada kehidupan manusia saat ini.

Kita tidak akan menyaksikan pepohonan rimbun yang telah menyumbangkan oksigen bagi tubuh sehat manusia. Tidak akan lahir dan tumbuh berkembang seorang anak adam, tanpa pengorbanan besar ibunya yang kadang berakhir dengan maut. Bagi “pahlawan” ini, hal ini bukanlah sekedar pengorbanan tapi tindakan cinta, pengejawantahan dari sebuah cinta sejati dan murni, bukan sebuah cinta yang cheesy yang laku dijual di sinetron-sinetron Indonesia yang mengumbar ilusi semu dan sementara. Tindakan yang didasarkan pada pencapaian kebahagian hakiki dan sustainable, bukan hanya alat pengumbar nafsu dunia berkedok suci kata cinta abadi sehidup semati, kata yang hanya menjadi pemanis mulut tapi pahit pada tindakan. Sebuah cinta suci, akan terus hidup, dikenang dan terus diwariskan pada generasi berikutnya. Dan buah cinta ini akan berujung pada kehidupan yang lebih baik dan kebahagian yang yang lebih besar dan hebat. Saksikanlah kehidupan kita hari ini, jika memang kita merasa lebih baik, maka berterima kasihlah pada “pahlawan” masa lalu kita. Jika belum baik, maka saatnya kita melakukan hal yang sama seperti mereka dimasa lalu. Karena kita adalah sebaik-baik ummat.

“Barangsiapa yang menyayangi yang ada dibumi, maka yang dilangit akan menyayangimu” – Hadist

Leave a Comment

Filed under Curahan Pikiran

GALISAH

Tuhan, Jika malam ini sebuah do’aku Kau Wujudkan,
Maka lepaslah aku dari penderitaan
Lepaslah dari kegelisahan
Dari kemurkaan ku dan diriMU
Doa ini…
Bukan sebuah penyesalan…
Bukan pula sebuah pengaduan
Bukan kemanjaan
Wahai Mahan Suci dan Sempurna
Doa ini
Sebuah pengharapan besar
Sebuah harapan kebaikan
Agar kami segera dan bisa menuju pada hakikat cinta yang Kau ukir disuratMu
Aku tak pernah
Kehilangan kepercayaan PadaMu
Pada keadilan, Janji, kemurahan dan Kelembutan Mu
Tapi aku lelah dengan hanya doaKu
Sedang aku tak tau berbuat apa
Aku ingin berbuat karena kumerasakan perasaan sama
Sedih melihat
Bingung mendengar
Lelah menimbang
Sedang tak ada progresif
Berikan aku terus cahaya itu, harapan akan kebaikan akan kemunculan perubahan kebaikan

Jika tidak…
Hempas, hancurkan dan luluhlantakan ragaku
Sucikan dan jauhkan diriku
Kuatkan hamba
Agar ku kembali sirna dalam cintaMu
Aku rindu padaMu
Rindu sentuhanMu pada Hatiku
Rindu ketika Kau hanya dihatiku
Sungguh…
Aku hancur lembur sekarang
Jahannam telah menunggu
Melumat setiap daging menempel di kulitku..
Hingga kalajengking itu mendengar teriakanku…
Aku hancur…selamatkan!

Leave a Comment

Filed under Poetry

Jejak Turki di Aceh

TURKI tidaklah asing di telinga masyarakat Indonesia, khususnya Aceh pada saat ini. Bukan hanya karena hubungan antara Indonesia dan Turki sekarang yang semakin dipererat dengan kunjungan Presiden SBY ke Turki pada akhir Juni lalu, tapi juga karena ikatan sejarah masa lalu yang telah mendarah daging khususnya bagi masyarakat Aceh. Gerakan-gerakan pemuda Turki masa lalu juga telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hubungan Aceh dan Turki Usmani pada masa lalu sangatlah erat, hingga bisa dikatakan seperti hubungan adik dan kakak. Beberapa sumber baik yang berasal dari hikayat-hikayat Aceh seperti Hikayat Aceh, Hikajat Soeltan Atjeh Marhoem dan juga tulisan Nuruddin Ar-Raniry yakni Bustanu’s-salatin menunjukkan bahwa Kerajaan Turki Usmani dahulu telah membantu Kerajaan Aceh dalam memerangi bangsa Portugis.

Dalam Hikajat Soeltan Atjeh Marhoem dikisahkan tentang kemurahan hati Sultan Kerajaan Turki Usmani yang mengirimkan ahli-ahlinya untuk mengajarkan seni berperang, membangun Kerajaan Aceh, juga menghadiahkan beberapa meriam sebagai alat bantu perang yang terkenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Dinamakan Meriam Lada Sicupak karena jauh dan rumitnya perjalanan dari daratan Aceh ke Kerajaan Turki, yang mengakibatkan utusan Kerajaan Aceh tersesat sampai memakan waktu tiga tahun untuk sampai di daratan Turki. Mereka terpaksa menjual padi, beras, dan lada-hadiah untuk Raja Turki yang masing-masing barang tersebut dimuat dalam tiga kapal layar-demi bertahan hidup. Hanya tinggal Lada sebanyak setengah bambu (Lada Sicupak) yang bisa dipersembahkan kepada Raja Turki Usmani. Selain itu, pada De Hikajat Atjeh dikisahkan juga tentang kunjungan utusan Kerajaan Turki ke Aceh untuk mencari obat bagi Raja Turki yang sedang mengidap suatu penyakit. Setelah mendapatkan obat yang dicari, maka pulanglah utusan tersebut dari Aceh dan dilaporkanlah kepada Sultan Turki Usmani tentang kemegahan Kerajaan Aceh. Sultan pun mengatakan pada wazirnya, “Pada masa lampau di Bumi atas kehendak Allah terdapat dua Raja besar yaitu Nabi Sulaiman dan Raja Iskandar Zulkarnain, maka pada zaman sekarang atas kehendak Allah terdapat dua raja yang amat besar, kita di Barat dan Sri Sultan Perkasa `Alam Raja di Timur.”

Sayangnya, di dalam hikayat-hikayat tersebut tidak didapatkan informasi secara jelas tentang raja yang berkuasa di Turki dan di Aceh saat itu. Namun, berdasarkan sumber yang lebih terpercaya sebagaimana ditulis oleh Muhammad Said dalam Aceh Sepanjang Abad, pengiriman bantuan dari Turki ke Aceh terjadi ketika Sultan Ala’uddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar berkuasa di Aceh. Apabila kita membaca sumber yang ditulis sejarawan asing, baik dari Turki ataupun negara lain, disebutkan bahwa hubungan Kerajaan Aceh dan Turki telah terjalin sepanjang abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Diperkirakan, Kerajaan Aceh telah menjalin hubungan dengan Turki semenjak Turki Usmani berada di bawah kekuasaan Sultan Selim I, kemudian berganti Sultan Sulaiman I, sampai masa Sultan Selim II, bahkan berlanjut lagi pada abad ke-19 ketika kekuasaan di tangan Sultan Abdulmejid II. Sumber Turki, Ismail Hakki Goksoy, menyebutkan, Sultan Ala’uddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar mengirim surat kepada Sultan Sulaiman melalui duta besar Hussein bertanggal 7 Januari 1566 dengan tujuan meminta bantuan militer untuk memerangi pasukan Portugis. Namun, bantuan berupa ahli perang, kapal, meriam, tentara bersenjata lengkap tidak dapat segera dikirimkan dikarenakan beberapa peristiwa yang terjadi di Istanbul pada saat itu, termasuk juga peristiwa pengangkatan Sultan Selim II menggantikan Sultan Sulaiman yang mangkat.

Selama keberadaannya di Aceh, utusan yang dikirim dari Kerajaan Turki telah banyak memberikan kontribusi dan pengaruh besar terhadap Kerajaan Aceh. Di samping hubungan dagang antara dua kerajaan tersebut, Turki Usmani juga mendirikan akademi militer di Kerajaan Aceh yang telah mencetak pemimpin perang tangguh. Salah satunya Laksamana Keumalahayati. Keumalahayati adalah seorang perempuan Aceh yang pernah memimpin berpuluh kapal perang, yang di setiap kapal tersebut terdapat ratusan tentara. Di samping itu, Goksoy juga menyebutkan dalam tulisannya tentang bendera Kerajaan Aceh yang berlatar merah bersimbolkan bulan sabit dan bintang putih dengan pedang di bawahnya. Ini semua pengaruh dari Kerajaan Turki Usmani. Hubungan antara dua kerajaan berlanjut lagi pada pertengahan abad ke-19 ketika Belanda menjajah Aceh. Sultan Aceh meminta bantuan kembali kepada Turki Usmani agar mengirimkan pasukan dan juga meminta kerajaan Aceh agar ditegaskan sebagai bagian dari Turki Usmani. Tujuannya agar Belanda tidak dapat menguasai tanah Aceh. Namun, pada abad ini Turki Usmani telah mengalami kemunduran pesat karena kekuatan Eropa yang semakin kuat dan semakin berkuasa di tanah Turki. Tidak banyak hal yang bisa mereka lakukan, walaupun Turki Usmani mengirimkan sejumlah utusannya ke Aceh.

Setelah sekian lama tidak berhubungan dengan Aceh, Turki kembali mengirimkan bantuan kemanusiaannya setelah bencana gempa dan tsunami terjadi pada akhir tahun 2004. Tidak hanya berhenti pada saat itu, Turki terus melanjutkan bantuannya dengan mendirikan Sekolah Fatih dan juga memberikan bantuan berupa beasiswa bagi pemuda-pemudi Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan S1, S2 dan S3 ke Turki. Setiap tahunnya sejak tahun 2007, jumlah masyarakat Aceh yang menempuh studi di Turki semakin bertambah, khususnya pada tingkat strata-1 dengan bidang ilmu yang bervariasi seperti teknik, kedokteran, politik, komputer, hingga sejarah. Semoga saja persahabatan dua negara muslim ini akan mengulangi kejayaan Islam seperti abad keemasan Islam pada masa lalu.

* Baiquni adalah mahasiswa Pascasarjana Jurusan Sejarah pada Universitas Ankara, Turki 

Dimuat di Serambi Indonesia, 2 Januari 2011

Leave a Comment

Filed under Curahan Pikiran

Kekasih Hati, Pemilik Cinta Sejati

Dear Kekasih Hati, Pemilik Cinta Sejati…
Jika saat nanti waktu telah tiba masa jiwa berpisah dengan jasad, izinkanlah bibir kering ini untuk terakhir kalinya mengucapkan bahwa Aku mencintaiMu, Hati ini akan selalu menjadi milikMu, Engkau Cinta suciku, walau tak pernah mampu terucap dengan pasti dan sering. Tapi didalam lubuk terdalam aku terus yakin, bahwa hanya padaMulah hati ini akan teduh, tenang dan berlimpah kebahagiaan karena cinta.

Kumohon…
Maafkan aku…jika hati ini terus mendustai cintaMu, menolak kebahagiaan yang Kau tawarkan, dan hanya memanfaatkanMu jika ku gelisah, susah, sedih tapi beralih ke hati yang lain ketika bahagia. Tapi cintaMu tak pernah habis, walau ku ingkari setiap saat. Padahal cintaNya mengalir bagai arus sungai deras yang bermuara pada laut yang lebih yang lebih luas, indah dan dalam. Dipenuhi dengan keindahan yang tak ada didunia biasa, tertutup rapi dan hanya terbuka bagi mereka yang menyerahkan diri dan melepaskan cinta di dunia.

Bukan…
Ku tak sadar bahwa janji akhiratMu akan tiba mengadiliku. Tapi maafkan aku wahai Cinta, hatiku terlalu buta dengan teriakan-teriakan puja-puji wanita yang mendengung ditelinga, kebanggaan orang tua, shahabat, dan kerabat dihati, wanita yang sangat kucintai dan mimpi-mimpi masa depan indah yang kurajut sendiri. Rasanya terlalu nikmat, bagai meneguk embun pagi ketika terik matahari padang pasir menyengat…aahhh…puasss…lega…ingin lagi dan teruuus ingin lagi tak ingin berhenti. Padahal…aku akan pergi menemuiMu. Padahal…mereka tak kan menemani tidur lelap panjangku di kubur yang gelap, sepi sendiri, dan resah? Tak ada yang mau, dan tak ada yang bisa. Hanya berlapiskan kain kafan tipis putih bau kapur jenazah menyengat yang menyelimuti ku menggantikan pakaian dan sepatu mewah berharga ratusan dan jutaan yang membuatku tampak indah dimata manusia. Pun “pakaian mewah” ini akan segera robek dan sirna oleh cacing dan bakteri yang menggoroti tubuh ku sehingga wangi parfum mahal pun hilang digantikan bau busuk bangkai tubuh.

Kumohon…
Hati ini terlalu keras, bibir ini terlalu kering, mata ini terlanjur buta, telinga ini terlalu tuli, sehingga aku terus kehilangan kekasihku. Jika memang aku kan pergi, berikanlah kemaafanMu. Sungguh ku tak sanggup pada murka itu. Hati ini gentar, takut, otot-otot ini melemas, tubuh bergetar

Maafkanlah…
Hati yang tak pernah mampu merasakan cinta, lidah yang tak pernah mengucapkan cinta, tangan yang tak pernah merangkul cinta, kaki yang terus melangkah jauh dari cinta dan telinga yan tak pernah mendengar cinta.

Leave a Comment

Filed under Curahan Hati

Dear…Gratitude

Dear Allah…
Every gift and mercy You’ve donated
Every lesson and bliss You’ve shared
Every time and every where You’re always be

Dear parent…
For the blood shed and flown in my vein
For the holy night you bow over and over again
For the affection you’ve shared like hard rain
Dear pal & kin
Every single step leaves behind punches traces
Every single tick of time radiate thousands hopes of faces
Every touch of hands, heart leaves reminiscences
For hands are offered to me
For faith is trusted in me
For love is bestowed to me

Indeed…
When smile, giggle, cry and love are carved on the corner of heart deeply
Depicting the colorful of sparkling life enormously
In a cup of morning coffee endlessly
Seized to a kingdom royal bed
To be recalled, laughed and bawled
Along with the sink of the sun
When everything is gone
To clutched hopes, future and fantasy
Till The Highest Majesty draws the last son on earth

5 Comments

Filed under Poetry